Minggu, 17 Januari 2010

berita politik terkini

IPW: Politisasi Kasus Susno Terkait Kursi Truno 1

Senin, 18 Januari 2010 - 09:26 wib

JAKARTA - Polisi terkesan tidak kompak dalam menindaklanjuti kasus mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji. Hal ini dinilai sebagai bentuk politisasi perwira Polri dalam perebutan kursi Kapolri (Trunojoyo I).

Demikian disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane. “Kasus Susno sengaja dipolitisasi oleh perwira Akpol angkatan 77 adik angkatannya Susno. Dan (perebutan kursi) ini sangat mungkin terjadi sebagai bentuk suksesi,” katanya kepada okezone melalui telepon, Senin (18/1/2010).

Sebagai mana diketahui, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD) akan pensiun Oktober mendatang. “Tapi, rumornya Februari mendatang Kapolri dan Jaksa Agung akan diganti mengingat struktur menteri mulai lengkap dengan adanya wakil menteri,” imbuh Neta.

Menurut Neta, BHD mungkin saja lengser sebelumnya masa pensiunannya. Mengingat kinerjanya yang dianggap kurang bagus.

“Kalau Kapolri tetap tidak tegas, tidak menutup kemungkinan dia (BHD) jadi Pati nonjob sebelum pensiun. Dan ini pernah terjadi saat masa Kapolri Dai Bachtiar pada saat proses pergantian Presiden Megawati ke SBY,” jelasnya.

Neta menambahkan, kondisinya sedinya sudah tercium oleh Susno sejak awal. Susno, kata dia, sudah merasa dikorbankan sejak awal kasusnya mencuat dan Polri seolah mengeroyoknya. “Karena itu dia sejak awal Susno merasa dikorbankan,” pungkasnya.

sumber:http://news.okezone.com/read/2010/01/18/339/295009/ipw-politisasi-kasus-susno-terkait-kursi-truno-1

berita politik terkini

Pengamat: Tak Dipimpin Mega, PDIP Makin Terpuruk

Senin, 18 Januari 2010 - 09:10 wib

Guruh Soekarnoputra (Foto: Spotainment)
JAKARTA - Megawati Soekarnoputri masih dilihat sebagai sosok sentral dalam tubuh PDIP. Karena itu, belum ada figur lain yang dianggap mampu menggantikan posisinya, termasuk Guruh Soekarnoputra.

Menurut pengamat politik Arbi Sanit, meski belum mampu mendongrak perolehan suara, Megawati tetap mampu mempertahankan basis massa yang kepada partai, yang tak lain adalan para Soekarnois.

“Guruh belum akan mampu menggantikan Megawati. Di tangan Megawati saja sulit sekali untuk menaikkan suara,” kata Arbi.

Ditambahkan, pada pemilihan lalu, dengan terseok-seok PDIP memperoleh 15 persen suara parlemen dan bercokol di posisi ketiga, di bawah Partai Demokrat dan Partai Golkar.

Jika dipegang Guruh, maka kondisi PDIP akan lebih terpuruk lagi. Pasalnya, Guruh dinilai kurang memiliki akar yang kuat di antara konstituen loyal para Soekarnois. Selain itu, kata Arbi, latar belakang pria 57 tahun itu juga jauh dari dunia politik dan partai.

“Guruh itu orang yang jauh dari politik dan belum punya kemampuan. Dia juga jauh dari simbol (Soekarno),” papar Arbi.

Kalau pun nantinya dia terpilih, dimungkinkan para Soekarnois itu akan hengkang dari PDIP.

Bahkan Arbi menilai majunya Guruh, bisa disebabkan desakan dari kelompok luar. Kelompok ini muncul dari kalangan yang tidak dekat dengan keluarga Soekarno. “Mengajukan calon dari luar (keluarga Soekarno) kan sulit. Bisa jadi Guruh dimajukan dari kalangan yang tidak percaya lagi dengan Megawati saat ini,” imbuhnya.

Pada Sabtu lalu, 80 persen PAC PDIP di Jakarta mendesak agar Guruh maju dalam pemilihan Ketum pada kongres mendatang. Selain itu, dukungan bagi Guruh juga diberikan dari perwakilan DPD Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Riau.

Putra bungsu mantan Presiden Soekarno ini sendiri sudah menyatakan siap sedia maju sebagai bakal calon. Dia mengklaim 500 fungsionaris PAC PDIP sudah mendukungnya untuk maju.

sumber:http://news.okezone.com/read/2010/01/18/339/295006/pengamat-tak-dipimpin-mega-pdip-makin-terpuruk

berita politik terkini

KUMPULAN ANEKDOT KENANG-KENANGAN DARI GUS DUR


ABOUT THE AUTHOR





Gus Dur dikenal sebagai tokoh yang ceplas-ceplos dan senang humor, nyaris di setiap omongannya Gus Dur selalu mampu memancing tawa hadirin. Ada yang tersenyum senang adapula yang tersenyum kecut karena merasa tersindir.
Kesan humoris benar-benar terasa di hampir semua liputan Kabari tentang sosok yang satu ini. Termasuk ketika Kabari bertemu Gus Dur di tahun 2007 dalam sebuah acara.
Bahkan Gus Dur ketika itu mau membagi sebuah anekdotnya khusus untuk Pembaca Kabari yang kemudian dimuat dengan judul “Do You Like Salad?”.
Berikut ini beberapa anekdot dari Gus Dur yang disampaikan beliau dalam beberapa kesempatan terpisah,
Kuli Dan Kyai
Rombongan jamaah haji NU dari Tegal tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah Arab Saudi. Langsung saja kuli-kuli dari Yaman berebutan untuk mengangkut barang-barang yang mereka bawa. Akibatnya, dua orang di antara kuli-kuli itu terlibat percekcokan serius dalam bahasa Arab.

Melihat itu, rombongan jamaah haji tersebut spontan merubung mereka, sambil berucap: Amin, Amin, Amin!

Gus Dur yang sedang berada di bandara itu menghampiri mereka: "Lho kenapa Anda berkerumun di sini?"

"Mereka terlihat sangat fasih berdoa, apalagi pakai serban, mereka itu pasti kyai.
BABI HARAM
Suatu ketika Gus Dur dan ajudannya terlibat percakapan serius.
Ajudan: Gus, menurut Anda makanan apa yang haram?
Gus Dur: Babi
Ajudan: Yang lebih haram lagi
Gus Dur: Mmmm ... babi mengandung babi!
Ajudan: Yang paling haram?
Gus Dur: Mmmm ... babi mengandung babi tanpa tahu bapaknya dibuat sate babi!
Humor DPR
Ini guyonan tentang prilaku anggota DPR RI. Sempat menyebut mereka sebagai anak TK, Gus Dur pun berseloroh anggota DPR sudah 'turun pangkat' setelah ricuh dalam sidang paripurna pembahasan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) pada 2004 silam.

"DPR dulu TK sekarang playgroup," kata Gus Dur di kediamannya di Ciganjur, Jakarta, Selatan, Kamis (17/03), ketika menjawab pertanyaan wartawan tentang kejadian di DPR saat sidang Rabu (16/03).
Media Salah Kutip
Gus Dur, dalam satu acara peluncuran biografinya, menceritakan tentang kebiasan salah kutip oleh media massa atas berbagai pernyataan yang pernah dikeluarkannya.

Dia mencontohkan, ketika berkunjung ke Sumatera Utara ditanya soal pernyataan Menteri Senior Singapura Lee Kuan Yew tentang gembong teroris di Indonesia, dia mengatakan, pada saatnya nanti akan mengajarkan demokratisasi di Singapura. Namun, sambungnya, media massa mengutip dia akan melakukan demo di Singapura.
Gus Dur Dan Orang Mati
Mungkinkah Gus Dur benar-benar percaya pada isyarat dari makam-makam leluhur? Kelihatannya dia memang percaya, sebab Gus Dur selalu siap dengan gigih dan sungguh-sungguh membela "ideologi"nya itu. Padahal hal tersebut sering membuat repot para koleganya.

Tapi, ini mungkin jawaban yang benar, ketika ditanya kenapa Gus Dur sering berziarah ke makam para ulama dan leluhur.

"Saya datang ke makam, karena saya tahu. Mereka yang mati itu sudah tidak punya kepentingan lagi." katanya.
Do You Like Salad?
Rombongan istri pejabat Indonesia  pelesir ke San Fransisco menemani suami mereka yang sedang studi banding. Ceritanya mereka mampir ke sebuah restoran. Ketika memesan makanan, mereka bingung dengan menu-menu makanan yang disediakan. Melihat itu, sang pelayan  berinisiatif menawarkan makanan yang barangkali semua orang tahu.

“If you Confuse with menu, just choose one familiar..” kata si pelayan

Rombongan ibu-ibu saling berbisik menebak si pelayan itu ngomong apa.

Si Pelayan tersenyum “Oke, do you like salad ?”

Seorang ibu yang sok tahu menjawab “Sure, I am Moslem, five times in one day”

(maksud si ibu, dia muslim dan shalat lima kali sehari).
Humor NU
Bagi Gus Dur, ada tiga tipe orang NU.

"Kalau mereka datang dari pukul tujuh pagi hingga jam sembilan malam, dan menceritakan tentang NU, itu biasanya orang NU yang memang punya komitmen dan fanatik terhadap NU," jelasnya tentang jenis yang pertama.

Jenis yang kedua adalah mereka yang meski sudah larut malam, sekitar jam dua belas sampai jam satu malam, namun masih mengetuk pintu Gus Dur untuk membicarakan NU, "Itu namanya orang gila NU."
 
"Tapi kalau ada orang NU yang masih juga mengetuk pintu rumah saya jam dua dini hari hingga jam enam pagi, itu namanya orang NU yang gila," kata Gus Dur sambil terkekeh saat itu.
Humor Polisi
Humor lain yang diingat banyak orang adalah kritikan dalam bentuk lelucon yang dilontarkan saat banyak pihak mempertanyakan moralitas polisi, yang masih bisa berlaku dengan saat sekarang walaupun humor ini dilontarkannya setahun silam.

"Polisi yang baik itu cuma tiga. Pak Hugeng almarhum bekas Kapolri, patung polisi dan polisi tidur," selorohnya.
Humor Umat Beragama
Dalam sebauh Seminar di Batam. Gus Dur menjelaskan kebersamaan harus diawali dengan sikap berbaik hati terhadap sesama.

"Oleh karena itu seluruh umat bertanggungjawab atas masa depan bangsa. Boleh berantem satu sama lain tapi keselamatan bangsa tetap diutamakan," kata Gus Dur disambut tawa peserta.
Humor Jihad
Menanggapi aksi jihad yang dilakukan oleh banyak warga Muslim yang percaya kematiannya akan 'menjamin' tempat di surga, Gus Dur malah kembali melemparkan leluconnya.

"Gus, betulkah para pengebom itu mati syahid dan bertemu bidadari di surga?" tanya seorang wartawan kepada Gus Dur.

Gus Dur pun menjawab, "Memangnya sudah ada yang membuktikan? Tentu saja belum kan, ulama maupun teroris itu kan juga belum pernah ke surga. Mereka itu yang jelas bukan mati syahid tapi mati sakit. Dan kalau pun mereka masuk surga, mereka akan menyesal bertemu bidadari, karena kepalanya masih tertinggal di dunia dan ditahan oleh polisi."
sumber:http://www.kabarinews.com/article.cfm?articleID=34310

berita politik terkini

Boediono Dicecar, Boediono Diteriaki Maling  

Nova Rini

Boediono
Liputan6.com, Jakarta: Boediono, mantan Gubernur Bank Indonesia yang sekarang menjabat Wakil Presiden, buat kali kedua menyambangi Gedung DPR untuk memenuhi panggilan Panitia Khusus Hak Angket Bank Century, Selasa (12/1). Ia dicecar beragam pertanyaan yang utamanya menguak dalang yang bertanggung jawab dalam pencairan dana penyelamatan Rp 6,7 triliun kepada Bank Century.

Salah satu pertanyaan anggota pansus, yakni soal kebijakan pemberian Fasilitas Pembiayaan Jangka Pendek (FPJP) kepada Bank Century yang seharusnya bisa dilakukan dengan fasilitas kredit darurat. Namun itu justru tidak dilakukan sehingga dapat dikatakan, Bank Century dapat perlakuan istimewa dari Bank Indonesia.

Proseduralnya seperti itu. Demikian Boediono menjawab seputar pertanyaan tersebut. Ditambahkan Boediono, jika Bank Century ditutup atau tidak diberikan dana, maka akan berdampak sistemik pada kondisi moneter Indonesia. Jawaban Boediono ini tidak jauh berbeda dengan jawabannya saat pemanggilan 22 Desember silam.

Sempat terjadi kericuhan saat Boediono menjawab pertanyaan. Seorang anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) meneriakkan Boediono sebagai maling. "Boediono maling. Dia maling uang rakyat," teriak dia. Rapat kemudian langsung berhenti dan petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR serta Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) mengamankan anggota LSM itu. Pemanggilan Boediono juga diwarnai berbagai interupsi anggota pansus terutama Fraksi Partai Demokrat dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 

berita politik terkini

Rahasia Boediono Menangis

image
pemiluindonesia.com
Jakarta, CyberNews. Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono membantah telah menangis saat rapat pembahasan perubahan pemberian Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) pada 13 Nopember 2008.
"Seingat saya tidak menangis, dalam situasi rapat yang menurut saya sangat bagus itu. Tapi saya tidak menangis," kata mantan Gubernur BI Boediono saat pemeriksaan panitia angket kasus bank Century di DPR-RI Jakarta, Selasa (12/1).
Bantahan Boediono tersebut disampaikan saat menjawab pertanyaan dari anggota Fraksi PPP Romi. Sebelumnya dalam pemeriksaan Direktur Direktorat Pengawasan Perbankan Zainal Abdullah menjelaskan pada rapat 13 Nopember 2008 terdapat tiga orang yang sampai menangis. Ketiga orang tersebut Boediono, Miranda Gultom dan Siti F.
Dalam kesempatan itu Boediono justru mengungkapkan bahwa pada rapat tentang perubahan pemberian FPJP tersebut keputusannya bulat.
"Rapat tersebut tidak ada tekanan dari mana pun, semua bulat untuk lakukan perubahan (pemberian FPJP)," kata Boediono.
Dalam kesempatan itu Boediono mengungkapkan satu `rahasia`.
"Saya ungkapkan satu rahasia. Saya biasanya menangis, meneteskan air mata khususnya kalau mendengar lagu Indonesia Raya," kata Boediono.
Mendengar pernyataan Boediono tersebut beberapa pengunjung yang berada di balkon serentak menyatakan; "Huuu, huuu,".
Pada saat yang sama Romi juga menegaskan "Saat itu kan tidak diperdengarkan lagu Indonesia Raya,".
"Tidak, tidak," kata Boediono.
Dalam kesempatan itu Boediono menjelaskan bahwa dalam rapat tersebut semua bebas menyampaikan pendapatnya dan tidak ada tekanan dari manapun.
sumber:http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/01/12/44274/Rahasia-Boediono-Menangis

berita politik terkini

Kamis, 14 Januari 2010

INILAH ALASAN BAIL OUT BANK CENTURY Disebut Sebagai ALIBI PERAMPOKAN Uang Negara



Foto Bank Century INILAH ALASAN BAIL OUT Gambar BANK CENTURY DIsebut Sebagai ALIBI PERAMPOKAN Uang Negara
Polemik atas kasus kucuran dana BI 6,7 triliun sebagai bagian dari bail out Bank Century masih terus berlanjut. Bank kecil yang katanya lebih baik ditutup ketimbang membebani uang rakyat membuat kondisi politik ekonomi Indonesia berjalan ditempat. Lha kok bisa? Ya bisa toh! Lihat saja, Menteri Keuangan dan Wapresnya sibuk meladeni Pansus. Semua pihak sibuk mengambil posisi dan kesempatan di balik kasus panas ini. Padahal semua orang tahu bahwa keputusan mem-bail out Bank Century adalah hasil keputusan berjama'ah lha kok sekarang malah menyudutkan pihak tertentu! Politik memang aneh bin ajaib.

Dilansir dari Rakyat Merdeka, Pemerintah dan Bank Indonesia menggunakan alasan bahwa bail out Bank Century harus dilakukan karena memiliki risiko sistemik. Alasan tersebut sekadar alibi untuk memuluskan “perampokan” terhadap Bank Century.

Berikut adalah sejumlah fakta yang membangun pandangan ini. Kucuran 6,7 triliun hanyalah sekedar albi.

1. Kesulitan likuiditas perbankan Indonesia pada akhir 2008 bukan disebabkan oleh dampak krisis ekonomi global, tetapi akibat kebijakan pengetatan moneter yang dilakukan Gubernur Bank Indonesia Boediono dan pengetatan fiskal Menteri Keuangan.

2. Bank Century adalah bank yang sangat kecil sehingga penutupan bank tersebut akan berdampak minimum terhadap perbankan Indonesia. Dana pihak ketiga di Bank Century hanya 0,68 persen dari total dana di perbankan, kredit Bank Century hanya 0,42 persen dari total kredit perbankan, aset Bank Century hanya 0,72 persen dari aset perbankan dan pangsa kreditnya hanya 0,42 persen dari total kredit perbankan.

3. Bank-bank pada November 2008 memiliki CAR rata-rata di atas 12 persen. Hanya ada 3 bank kecil yang memiliki CAR dibawah 8 persen yang merupakan batas minimum untuk pemberian bail out sesuai PBI No. 10/26/PBI/2008 tanggal 30 Oktober 2008. Dua diantaranya adalah Bank IFI dan Bank Century. Tetapi yang diselamatkan hanya Bank Century. Padahal Bank Century memiliki CAR hanya 2,35 persen per 30 September 2008, dan CAR negatif 3,5 persen pada saat pelaksanaan bail out. Agar Bank Century dapat menerima dana bail out sebesar Rp 6,7 trilliun, Gubernur bank Indonesia merekayasa dan mengubah Peraturan Bank Indonesia (PBI) pada tanggal 14 November 2008 tentang persyaratan CAR untuk bail out, 

dengan menurunkannya dari CAR 8 persen menjadi CAR asal positif. Jelas sekali bahwa Bank Century mendapatkan perlakuan khusus padahal Bank Century seharusnya ditutup.

4. Pada UU 23/2009 tentang Bank Indonesia ada pasal yang menyatakan bahwa bank yang meminta Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) harus menyerahkan agunan yang berkualitas tinggi seperti SBI, SUN, dan aset kredit lancar dalam 12 bulan terakhir. Pasal tersebut sengaja dibuat agar tidak terjadi kesalahan dan kerugian negara yang sangat besar, seperti pada krisis 1998 ketika bank-bank banyak yang menyerahkan aset bodong dan aset tidak berkualitas sebagai agunan untuk mendapatkan kredit BLBI.

5. Tetapi khusus untuk memuluskan bail out terhadap Bank Century, direkayasa perubahan pada pasal 11 ayat 4 UU BI tersebut melalui Perppu 2/2008 tanggal 13 Oktober 2008 dengan menghapuskan kewajiban agunan yang berkualitas tinggi (SBI, SUN, Kredit lancar) dan menggantinya dengan kalimat ”Bank Indonesia dapat memberikan fasilitas pembiayaan darurat yang pendanaannya menjadi beban Pemerintah” tanpa mewajibkan bank yang di bail out untuk memberikan agunan yang berkualitas tinggi.

6. Jika ada ancaman sistemik, itu artinya dalam bahasa sederhana, para nasabah beramai-ramai mengambil uangnya di bank (rush). Tetapi ketika Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) diberikan kepada Bank Century sebesar Rp 689 miliar antara tanggal 14 dan 18 November 2008, ternyata tidak terjadi rush oleh nasabah biasa. Yang mengambil uang FPJP tersebut ternyata adalah saudara Robert Tantular, dan sejumlah nasabah besar. Demikian juga ketika disetujui pemberian dana talangan berikutnya sebesar Rp 1 triliun, pengambil dana adalah Robert Tantular dkk, bukan nasabah biasa. Kedua fakta tersebut menunjukkan bahwa tidak ada ancaman sistemik.

7. Menurut pengakuan mantan Gubernur BI Boediono di DPR, krisis ekonomi telah selesai setelah kwartal pertama tahun 2009, antara Januari hingga Maret, sehingga tidak ada alasan lagi untuk menyuntikkan dana tambahan kepada Bank Century. Tetapi dalam prakteknya, Bank Century tetap menerima kucuran dana bail out sampai 24 Juli 2009!

8. Penggunaan analisa dampak sistemik terhadap Bank Century ternyata tidak memiliki basis dan kriteria kuantitatif yang memadai. Lebih banyak mengandalkan analisa psikologis yang sangat sumir, tidak terukur, ad hoc dan subjektif.

9. Dalam kesaksiannya di DPR tanggal 12 Januari 2010, Robert Tantular mengakui menerima kelebihan pembayaran dari LPS senilai Rp 1 triliun. Di pengadilan Robert Tantular telah divonis penjara selama empat tahun. Robert Tantular mengakui bahwa dia hanya mengajukan permintaan dana bail out sebesar Rp 2,7 triliun. Tetapi kaget ketika mengetahui bahwa total dana yang dikucurkan mencapai Rp 6,7 triliun. Luar biasa bahwa ada bank yang dikucurkan dana bail out jauh lebih besar dari kebutuhannya. Dasar alasan bail out Bank Century kucuran dana BI 6,7 triliun sebagai perampokan uang negara.

sumber:http://besteasyseo.blogspot.com/2010/01/inilah-alasan-bail-out-bank-century.html

berita politik terkini

Inilah Pertemuan Pertama SBY-JK sejak SBY dilantik jadi Presiden Kembali

Ditulis oleh MUSLIM di/pada Januari 13, 2010
foto by detiknews
Mantan wakil Presiden Jusuf kalla menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kantor Presiden di Jakarta.
Kalla tiba di depan kantor presiden tepat pukul 13.00 WIB dengan menggunakan mobil sedan Lexus. Kalla terlihat langsung disambut hangat oleh presiden SBY dengan cium pipi kanan & kiri.
Pertemuan ini adalah pertemuan pertama kali, Presiden SBY dan Jusuf Kalla sejak SBY dilantik sebagai Presiden RI periode 2009-2014. Kalla saat ini dianggap agak menjauh dari pemerintah menyusul berbagai komentar miringnya terkait kasus Bank Century.

Kehadiran Kalla di Istana terkait diangkatnya Kalla senagai PMI. Dia hjadir sebagai pengurus PMI lainnya. Terlihat wakil ketua PMI Bachtiar Chamzah yang sebelumnya mantan Menteri Sosial.
Dalam pertemuan itu, juga hadir Menteri Kabinet Indonesia bersatu, seperti Menteri Kesehatan Endang Sedyaningsih, Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono.
Hubungan SBY dan JK terbilang unik. Keduanya sama-sama pernah menjadi pembantu Presiden Abdurrahman Wahid untuk masa yang singkat dalam Kabinet Persatuan Nasional (1999-2001). Keduanya juga pernah membantu Presiden Megawati Soekarnoputri dalam Kabinet Gotong Royong (2001-2004), dan memegang posisi kunci. SBY adalah menko polkam, dan JK adalah menko kesra. Menyusul konflik dengan Mega yang terjadi menjelang pemilihan umum 2004, SBY memilih hengkang meninggalkan kabinet. Tak lama, langkah SBY ini diikuti JK.
Keduanya lantas bergabung dalam Pilpres 2004, dan menang. SBY dan JK membentuk Kabinet Indonesia Bersatu (KIB). JK yang sering ceplas-ceplos dan bertindak cepat dipandang dapat melengkapi SBY yang cenderung berhati-hati dan akhirnya terkesan lambat dalam menghadapi situasi. JK juga dianggap sebagai tameng pelindung yang aktif dan mampu menyelamatkan SBY dari berbagai situasi gawat.
Hubungan keduanya relatif baik hingga memasuki tahun 2009. Menjelang Pemilu 2004 mulai muncul perpecahan dan persaingan. Duet ini mulai disebut-sebut akan pecah dan memilih jalan masing-masing. Perkiraan itu menjadi kenyataan setelah usai Pemilu 2009 JK mengumumkan dirinya akan maju dalam Pilpres 2009.
Pada akhirnya, JK yang berpasangan dengan Jenderal (purn) Wiranto harus menerima kenyataan pahit. Mereka hanya berada di posisi ketiga. Adapun SBY yang berpasangan dengan Boediono berada di tempat pertama.
Pertemuan antara JK dan SBY beberapa saat lagi memiliki arti penting di tengah pengusutan skandal dana talangan Bank Century yang diputuskan Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) Sri Mulyani dalam sebuah rapat yang digelar dinihari tanggal 21 November 2008. JK dianggap sebagai figur kunci yang memiliki informasi-informasi kunci di balik skandal itu.
Dia memang tidak diberi tahu dan dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Sri Mulyani dan Gubernur BI ketika itu, Boediono, baru melaporkan keputusan KSSK itu tanggal 25 November 2008. Begitu menerima laporan Sri Mulyani dan Boediono, JK langsung memerintahkan penangkapan pemegang saham pengendali Bank Century, Robert Tantular. Menurut JK, krisis di Bank Century adalah buah dari perampokan yang dilakukan oleh pemilik.
Kunjungan JK ke istana hari ini dilakukan dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) yang baru. JK hendak melaporkan hasil musyawarah nasional PMI juga rencana-rencana yang akan dikerjakan PMI periode 2009-2014 yang dipimpinnya.
Tetapi dari sisi lain, pertemuan itu juga dinilai bermakna politis. Terlebih saat ini pemeriksaan skandal Bank Century tengah berada di saat-saat yang paling menentukan. JK malam nanti, sekitar pukul 19.00 WIB, akan diperiksa oleh Pansus.
Banyak kalangan yang ingin mendengarkan pernyataan dan informasi yang dimiliki oleh JK dalam skandal ini. Berbagai kalangan masih menganggap JK sebagai sosok yang bersih dan tidak memiliki pretensi dan kepentingan di dalam kasus ini. Tetapi, semua itu tampaknya tergantung agenda lain yang tersimpan dalam pertemuan JK dan SBY siang ini.[vvn/rmdk]
sumber:http://answering.wordpress.com/2010/01/13/inilah-pertemuan-pertama-sby-jk-sejak-sby-dilantik-jadi-presiden-kembali/